FGD Dengan Dewan Pendidikan Kab. Pasuruan

FGD DENGAN DEWAN PENDIDIKAN PASURUAN
Bertepatan hari kamis tanggal 26 Desember 2019 STAI Pancawahana berpartisi dalam FGD bersama Dewan Pendidikan Kab. Pasuruan yang dilaksanakan di Hotel Dalwa Bangil.

Tema yang diangkat dalam FGD ini adalah.”kajian dan fasilitas sekolah/ madrasan unggulan dan perguruan tinggi jarak jauh di Pasuruan.

Dalam acara ini ada dua pembicara yaitu Drs. Ahmad Yusuf, M.Ag dari pergurag Pasuruan dan Dr. Habib Zainal Abidin, M.Pd selaku ketua Dewan Pendidikan Pasuruan dan Direktur Pascasarjana IAI Dalwa.

Ahmad Yusuf dalam sambutannya “Pergurag selaku instansi pendidikan keagamaan akan meningkatkan kualitas dan kuantitas Madin dan TPQ di Kab. Pasuruan melalui program Bupati Wakmuqidin (waktunya membangun TPQdan Madin) dengan memberikan bantuan dan memperkuat kompetensi guru”, untuk itu perlunya kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Pasuruan dalam rangka meningkatkan kompetensi para guru Madin.

Dr. Habib Zainal Abidin, M.Pd selaku dewan pendidikan Kab. Pasuruan menambahkan “partisipasi perguruan tinggi jarak jauh di Pasuruan masih banyak sekali problemnya, karena rata-rata perguruan tinggi di Pasuruan berbasis pesantren yang belum siap dengan teknologi online sebagai sarana kuliah jarak jauh”.

Dalam sesi diskusi Drs. subari, M.Pd selaku utusan dari STAI Pancawahana menambahkan selama bertahun beliau menangani pananggulangan kemiskinan menjumpai masalah pendidikan di tingkat dasar dan menengah belum tuntas, masih banyak anak-anak tidak bisa menempuh sekolah hal, ini beliau jumpai di desa sukorejo beberapa anak tidak sekolah, hanya sekolah madin saja.

Ungkapnya ” Dewan pendidikan Pasuruan perlu mempunyai home base sendiri untuk lebih detail mengetahui perkembangan pendidikan di Pasuruan, karena home base di Dinas belum cukup mewakili. Anak-anak yg belum bisa sekolah supaya ditangani dengan kejar paket”

Lanjut ungkap Subari”pergurag Kab. Pasuruan juga harus memberikan perhatian kepada legalitas ijazah madin sebagaimana di Pesantren. Ijazah madin di Pesantren bisa setara dengan ijazah formal. Hal ini akan memberikan peluang bagi anak tidak bisa sekolah formal”.

Dalam FGD ini dari berbagai masukan pimpinan perguruan tinggi se Kab. pasuruan menyepakati adanya diskusi yang kontinyu agar semua problem dapat terjawab.

Acara di tutup dengan do’a oleh KH. Subaidi dan diakhiri dengan pemberian cindera mata dari perwakilan perguruan tinggi oleh Drs. samiuddin selaku pimpinan STAI Pancawahana kepada Dr. Habib Zainal Abidin, M.Pd selaku narasumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *