STUDIUM GENERAL 2019

Profesional Spiritual Religius

STUDIUM GENERAL 2019

Padahari rabu tanggal 02 September 2019 STAI Pancawahana Bangil  menyelenggarakan Seminar Studium General dengan tema Meningkatkan Pendidikan Menuju Era Milenial yang di tempatkan diruang auditorium mulai pukul 14.00-16.00, acara  dihadiri oleh seluruh mahasiswa, dosen dan beberapa pejabat pemerintahan Kab. Pasuruan.

Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan suasana akademik di kampus terutama untuk mahasiswa, harapannya para mahasiswa mendapatkan wawasan kebijakan pendidikan agama yang berjalan di Kab. Pasuruan karena saat ini Kab. Pasuruan menjadi pusat penerapan wajib Pendidikan Agama yang berupa wajib pendidikan Madrasah Diniyah dan TPQ, maka dari itu kebijakan seperti ini akan menjadi topik menarik untuk dikembangkan ke tahap Penelitian dan pengabdian masyarakat

Dalam acara tersebut di isi oleh beberapa sambutan diantaranya sambutan yang pertama di isi oleh Ketua STAI Pancawahana yakni Dr. Hj. Siti Romlah, M.Pd.I, dalam sambutannya beliau menghimbau agar mahasiswa terus meningkatkan proses pembelajarannya karena saat ini perkembangan zaman sangat kompetitif dan kompleks terutama di dunia pendidikan harus bersaing untuk mendapatkan peluang yang lebih luas  karena selama ini STAI Pancahana sangat dipercaya oleh masyarakat di Pasuruan barat untuk mengelola lembaga pendidikan, maka dari itu kepercayaan ini jangan dikecewakan dengan cara terus meningkatkan keilmuannya.

Lebih lanjut beliau menghimbau kepada mahasiswa Guru Madin yang telah memperoleh beasiswa dari perintah baik dari Pemerintahan Provinsi maupun Kabupaten untuk meningkatkan proses pembelarannya sebagaimana mahasiswa reguler meskipun usianya rata-rata di atas remaja kesemangatan untuk belajar harus tetap kompetitif, karena pemerintah memberikan biaya kuliah supaya para Guru Madin bisa meningkatkan kompetensinya dan menjadi Guru yang profesional bukan hanya sekedar mengejar nilai legalitas atau ijazah.

Sambutan tersebut sekitar berjalan 10 menit kemudian di susul oleh sambutan yang kedua yaitu Bpk. Yusuf, M.Ag selaku ketua Pergurag (Perguruan Agama) Pasuruan. Dalam sambuatannya beliau menyampaikan fungsi Pergurag di Kabupaten Pasuruan, penyampaian ini dirasa penting karena program Pergurag hanya ada di Kabupaten Pasuruan, pergurag adalah Instansi yang berada dibawah naungan Diknas yang khusus menangani Pendidikan Agama di bawah kebijakan Bupati. Beliau menyampaikan ada  3 fungsi pergurag.

1. Membantu pelaksanaan Pendidikan Keagamaan yang ada di Pasuruan. Meskipun di setiap kabupaten ada kemenag belum tentu disentuh oleh kebijakan Kabupaten karena Kemenag arahnya kebijakan dari Pusat, maka dari itu pergurag berusaha menghubungkan kebijakan kemenag yang sifatnya pusat dengan kebijakan Kabupaten Pasuruan terkait dengan keagamaan. Program keagamaan yang belum bisa diterapkan oleh Kemenag pihak pergurag bisa membantunya lewat kebijkan Bupati. Contoh yang lebih kongkret adalah program wajib madin di Kabupaten Pasuruan.

2. Membantu Dana Rehap terutama untuk madrasah Diniyah karena selama ini kondisi fisik di Madin Pasuruan sangat memprihatinkan.

3. Meningkatkan Kualifikasi Guru Madin dan Kompetensi Guru madrasah secara umum. Para Guru madin sudah banyak yang diberikan biaya pendidikan gratis untuk menempuh pendidikan S1. Para Guru Madrasah diberikan pelatihan dan workshop dalam meningkatkan kompetensinya.

Lebih lanjut mahasiswa yang telah mendapatkan beasiswa dari Jalur Guru Madin harus kuliah sampai lulus, kalau nanti sudah aka diperbantukan untuk pendataan madin di Kab. Pasuruan.

Sambutan yang terakhir disampaikan oleh Ketua Dewan Pendidikan Kab. Pasuruan yaitu Dr. Habib Zainal Abidin, M.Pd ada tiga point yang beliau sampaikan.

1. Mahasiswa harus belajar efektif dan efisien yang ditandai dengan belajar mandiri. Mahasiswa jika ingin berkembang harus banyak membaca berbagai macam literatur jangan cuman mengandal perkuliahan dari dosen karena dosen memberikan materi hanya sekian persen.

2. Mahasiswa dalam pembelajarannya harus spesifik terhadap keilmuannya, tapi keilmuan apapun yang didalami harus mengetahui teori teori dasar ilmu agama karena ilmu agama menjadi kebutuhan pokok setiap umat Islam

3. Mahasiswa harus mempunyai jiwa kompetitif karena persaingan dunia kerja sangat kompleks, maka dari itu mahasiswa harus menguasai bahasa asing karena bahasa asing dibutuhkan oleh setiap setiap stakeholder.

One Response

  1. Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *