Program Studi Pendidikan Agama Islam

VISI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM STAI PANCAWAHANA BANGIL

Menjadi Pusat Kajian Pendidikan Agama Islam

MISI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM STAI PANCAWAHANA BANGIL

Misi Prodi Pendidikan Agama Islam STAI Pancawahana Bangil adalah:
1) Mencetak sarjana muslim yang faham mengenai ilmu Pendidikan Agama Islam.
2) Menjadikan Mahasiswa cakap dan mampu dalam merumuskan konsep pengelolaan Pendidikan Agama Islam.
3) Menyiapkan mahasiswa yang handal dalam bidang pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam.
4) Mencetak generasi muslim yang siap menjadi tenaga pengajar bidang Keagamaan.

TUJUAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM STAI PANCAWAHANA BANGIL

Tujuan Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Pancawahana Bangil adalah menghasilkan Sarjana muslim ahlu sunnah wal jamaah yang:
1. Mempunyai ketrampilan dalam bekerja sama, kepemimpinan, bersedia dan turut aktif dalam perjuangan untuk pembangunan berdasarkan pancasila dan UUD 1945 dalam sektor pendidikan.
2. Mampu mengembangkan potensi dasarnya sebagai ilmuwan dan tenaga profesional yang handal di bidang Pendidikan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan dan persaingan global dengan sikap belajar seumur hidup;
3. Mengerti dan dapat menggunakan teknologi komunikasi dan informasi untuk kegiatan belajar dan pengembangan diri;
4. Senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai agama, martabat dan almamater.
5. Mempunyai kepedulian yang tinggi dan tanggap terhadap masalah yang dihadapi masyarakat;
6. Mampu menghasilkan produk penelitian pendidikan agama islam yang sesuai dengan kebutuhan prioritas pembangunan.

SASARAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM STAI PANCAWAHANA BANGIL

Sasaran program studi Prodi PAI adalah :
1. Menghasilkan sarjana yang kritis, jujur, dan kompeten untuk bekerja dalam lembaga pemerintah ataupun swasta, khususnya dalam lingkungan Pendidikan dan mampu menyesuaikan diri dengan cepat dalam berbagai situasi.
2. Menghasilkan sarjana dengan IPK minimal 3,00 dengan waktu studi 4 tahun.
3. Tersedianya kurikulum yang dirancang sesuai dengan visi, misi dan tujuan yang akan dicapai melalui muatan kurikulum inti dan pilihan yang disesuaikan dengan minat dan kebutuhan dunia kerja, terutama profesi yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam.
4. Tersedianya dosen yang berkualifikasi S2, S3 sesuai dengan bidang keilmuan dalam Prodi PAI.
5. Memiliki laboratorium microteaching dan Sekolah Binaan.

Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam

LATAR BELAKANG BERDIRINYA PROGRAM STUDI BIMBINGAN PENYULUHAN / KOSELING ISLAM (BPI) STAI PANCAWAHANA BANGIL

Peran guru Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) sangat penting dalam melakukan pembentukan karakter pada siswa, setidaknya, merekalah yang jauh lebih bisa memahami siswa lebih dari guru-guru yang lainnya, san mampu melakukan pendekatan lebih ke arah emosional dan psikologi. Pendidik memegang peranan penting agar proses pendidikan terhadap siswa di sekolah berjalan maksimal dan optimal. Sebutan pendidik ini tak hanya guru kelas dan guru bidang studi, tetapi juga guru Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) atau seringkali disebut konselor.

Sebagaimana tugas-tugas yang dilakukan guru kelas ataupun guru bidang studi, Guru BPI juga tak bisa menghindar dari interaksi dengan siswa. Guru BPI berusaha memberikan layanan kepada siswa dengan tujuan agar siswa mencapai kehidupan bermakna bagi diri dan selanjutnya dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungannya. Proses pendidikan yang hanya melaksanakan bidang administrative dan pengajaran dengan mengabaikan bidang bimbingan mungkin hanya menghasilkan individu siswa yang pintar dan terampil dalam aspek akademik, tetapi kurang memiliki kemampuan atau kematangan dalam aspek psikososiospiritual. Proses pendidikan di sekolah tentu saja tak sekedar memberikan materi pelajaran eksata maupun non-eksata dan mengasah keterampilan, tetapi juga membangun kepribadian siswa.

Guru BPI di sekolah dapat memberikan layanan agar siswa memiliki konsep diri yang jelas. Layanan BPI yang memberikan kepada siswa tak hanya menyangkut persoalan belajar dan sosial. Layanan BPI juga menyangkut persoalan pribadi, karir, dan sebagainya. Dengan adanya BPI di sekolah, siswa harapannya dapat mengenal dan memahami dirinya untuk dapat mengaktualisasikan dirinya demi mencapai kehidupan yang bermakna Guru BPI di Indonesia jauh dari memadai. Untuk mengikuti rasio ideal di mana seorang Guru BPI membimbing 150 siswa, di Indonesia membutuhkan 129 ribu Guru BPI. Yang ada pada saat ini baru sekitar 3.000 guru, sehingga Indonesia masih membutuhkan atau masih kekurangan 126 ribu guru Bimbingan Penyuluhan. Dari 3.000 Guru BPI itu, masih sangat banyak di antaranya yang bukan lulusan prodi Bimbingan Penyuluhan. Ini salah satunya disebabkan oleh masih sedikitnya perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta yang membuka prodi BPI. Terhitung jumlah PTN maupun PTS di seluruh Indonesia yang memiliki prodi BPI hanya 185 saja.

Berdasarkan latar belakang, pokok-pokok pikiran, dan alasan-alasan di atas STAI Pancawahana mempunyai tekad untuk membuka Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI). Menurut survey data di lapangan sebelum kami membuka Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam ini, bahwa tenaga pendidik Bimbingan Penyuluhan / Konseling di lembaga pendidikan Islam yang berada di wilayah Pasuruan belum sesuai dengan latar belakang pendidikannya, karena tidak adanya Perguruan Tinggi yang menyediakan Program Studi Bimbingan Penyuluhan / Konseling. VISI PROGRAM STUDI BIMBINGAN PENYULUHAN / KOSELING ISLAM (BPI) STAI PANCAWAHANA BANGIL

Program studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) memiliki visi yaitu: “Terwujudnya Program Studi yang unggul terkemuka dan pengembang ilmu Bimbingan Penyuluhan yang Islami serta mampu mencetak konselor yang siap menghadapi masalah yang timbul di sekolah”.

MISI PROGRAM STUDI BIMBINGAN PENYULUHAN / KOSELING ISLAM (BPI) STAI PANCAWAHANA BANGIL

Untuk mewujudkan visi tersebut, Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) mempunyai misi sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di bidang Bimbingan Penyuluhan yang Islami.
2. Mengembangkan Ilmu Bimbingan dan Penyuluhan untuk mencetak Manusia yang berkepribadian Islami.
3. Menyelenggarakan kegiatan akademik yang terbuka dan menjalin hubungan kerjasama yang bersinergi dengan berbagai pihak.
4. Mengembangkan kajian dan penelitian dibidang Bimbingan Penyuluhan yang islami.
5. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat di bidang Bimbingan dan Penyuluhan yang Islami.

TUJUAN PROGRAM STUDI BIMBINGAN PENYULUHAN / KOSELING ISLAM (BPI) STAI PANCAWAHANA BANGIL

Tujuan Umun Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) adalah:
1. Mencetak sarjana S-1 Pendidikan Islam di bidang Bimbingan dan Penyuluhan dan Konselor profesional yang memiliki pengetahuan wawasan serta keterampilan dalam memberikan layanan Bimbingan dan Penyuluhan secara islami.
2. Mencetak sarjana S-1 Pendidikan Islam dalam bidang Bimbingan dan Penyuluhan dan Konselor profesional yang peka terhadap permasalahan yang dihadapi anak didik dalam belajar.
3. Mencetak sarjana S-1 Pendidikan Islam dalam bidang Bimbingan melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Bimbingan dan Penyuluhan Islam.

PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI BIMBINGAN PENYULUHAN / KOSELING ISLAM (BPI) STAI PANCAWAHANA BANGIL

Setelah mahasiswa menyelesaikan program pembelajaran di BPI STAIPANA, mereka diproyeksikan dapat menekuni profesi-profesi berikut ini:
1. Konselor Islam di bidang pendidikan Islam, keluarga, sosial dan masyarakat.
2. Perancang dan atau trainer pelatihan pendidikan, organisasi dan pengembangan diri.
3. Asisten Peneliti.
4. Pelaku Usaha Mandiri

Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

LATAR BELAKANG BERDIRINYA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI) STAI PANCAWAHANA

Penyediaan tenaga guru di tingkat pendidikan dasar merupakan persoalan tersendiri. Lulusan Strata Satu (S1) yang umumnya diproyeksikan sebagai calon guru sekolah menengah secara akademik tidak sesuai dengan kebutuhan pendidikan di tingkat dasar. Sekalipun dari segi penguasaan bahan ajar tidak sulit dikuasai, namun tingkat usia anak didik menuntut pendekatan, metodologi maupun strategi pembelajaran yang lebih spesifik. Oleh karenanya, lulusan S1 umumnya menghadapi beban sosio-psikologis bilamana harus mengajar pada satuan pendidikan di bawah tingkatan kompetensinya, sebab bagaimanapun mereka lebih suka mengajar di sekolah lanjutan dari pada tingkat dasar. Lain halnya bilamana calon pengajar MI berasal dari mereka yang secara mental dan professional memang disiapkan melalui pengalaman akademik yang secara khusus dipersiapkan untuk mengelola pembelajaran tingkat dasar, baik dari segi kesiapan mental, keluwesan, maupun penyesuaian bahan dan pendekatan pembelajarannya.

Tuntutan standar profesional guru yang mempersyaratkan pendidikan minimal Diploma 4 atau Strata Satu (S1) akan menghadapi kendala bilamana program penyiapan tenaga pendidikan MI tidak segera terfasilitasi. Fakultas Tarbiyah sebagai lembaga yang berkompeten dalam pengembangan pendidikan mempunyai posisi strategis sebagai basis pengembangan ilmu, sistem maupun tenaga pendidikan madrasah.

Pada tahun 2016 STAI Pancawahana Bangil mempunyai tekad membuka Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, untuk memberikan kesempatan bagi tenaga pendidik Madrasah Ibtidaiyah di sekitar pasuruan yang belum linier sesuai dengan gelar akademiknya untuk menempuh jalur pendidikan sesuai tuntutan pemerintah bahwa guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) harus lulusan dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) . STAI Pancawahana satu-satunya Perguruan Tinggi di Wilayah Pasuruan yang menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Guru Ibtidaiyah (PGMI).

VISI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU IBTIDAIYAH (PGMI) STAI PANCAWAHANA

Terwujudnya Perguruan Tinggi yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan Islam dan teknologi serta melahirkan Sarjana yang berakhlaqul karimah, profesional dan mampu menjadi penggerak pembangunan.

MISI PROGRAM STUDI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI) STAI PANCAWAHANA

1. Mendidik mahasiswa menjadi masyarakat yang bermoral, memiliki kemantapan akidah dan kedalaman spiritual, keluasan ilmu dan kematangan profesional.
2. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni melalui pengkajian dan penelitian ilmiah.
3. Melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat.
4. Meningkatkan kegiatan kemahasiswaan.
5. Melaksanakan pembinaan civitas akademika dan saling berhubungan dengan lingkungan.

TUJUAN PROGRAM STUDI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI) STAI PANCAWAHANA

1. Menyiapkan mahasiswa agar menjadi anggota masyarakat yang beriman, dan bertaqwa kepada Allah SWT, jujur, berakhlaqul karimah, berkepribadian utuh, mandiri, cerdas, memiliki kemampuan akademik, profesional dan kemampuan untuk menerapkanya, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan seni yang islami serta memiliki tanggung jawab kemasyarakatan dan keagamaan yang tinggi.
2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan seni yang Islami serta mengupayakan pengenalan, pengalaman dan pemanfaatanya untuk meningkatkan tarap kehidupan masyarakat dan kemaslahatan umat.

Prodi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

LATAR BELAKANG BERDIRINYA PRODI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) STAI PANCAWAHANA BANGIL

Taman Kanak-kanak merupakan peletak dasar utama dalam membangun pondasi pendidikan pada siswa. Pendidikan Taman Kanak-kanak sesuai dengan Kepmendikbud Nomor 0486/U/1992 adalah bertujuan untuk membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta yang diperlukan oleh peserta didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya . Salah satu jalur pendidikan yang setingkat dengan pendidikan taman kanak-kanak adalah Raudhatul Athfal (RA) yang saat ini sudah diganti nama dengan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

PIAUD merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia empat sampai enam tahun. PIAUD sebagai tempat pendidikan anak pra sekolah, menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak yang berlandaskan ajaran islam. Tujuan Pendidikan di PIAUD adalah untuk mengembangkan sikap, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta untuk anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya berdasarkan ajaran Islam. Namun hal itu, tentu saja tanpa melepaskan prinsip Pendidikan Islam Anak Usia Dini yaitu ”belajar sambil bermain, bermain seraya belajar”. Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemagang peranan utama.

Tuntutan standar profesional guru yang mempersyaratkan pendidikan minimal Diploma 4 atau Strata Satu (S1) akan menghadapi kendala bilamana program penyiapan tenaga pendidikan PIAUD tidak segera terfasilitasi. STAI Pancawahana sebagai lembaga yang berkompeten dalam pengembangan pendidikan mempunyai posisi strategis sebagai basis pengembangan ilmu, sistem maupun tenaga pendidik. Maka dari itu STAI Pancawahana mendapatkan desakan dari Stake Holders untuk menyelenggarakan Program Studi PIADI.

VISI PRODI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) STAI PANCAWAHANA BANGIL

Menjadi Program Studi yang berkualitas, berwawasan lingkungan, dan berkemampuan mengembangkan IPTEKS untuk kepentingan penyelenggaraan pembelajaran di Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) yang humanis dan religius.

MISI PRODI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) STAI PANCAWAHANA BANGIL

a. Meningkatkan kualitas layanan pembelajaran melalui pembelajaran yang inovatif sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
b. Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran yang inovatif berbasiskan aneka sumber belajar.
c. Meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil penelitian bidang ke-PIAUD-an.
d. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat bidang ke-PIAUD-an guna menunjang peningkatan kualitas pembelajaran di PIAUD.
e. Menciptakan kemampuan profesional sivitas akademika secara berkelanjutan agar mampu memberikan layanan prima kepada stakeholder.
f. Meningkatkan kerjasama yang harmonis dengan instansi terkait secara berkelanjutan di tingkat lokal, regional dan nasional.

TUJUAN PRODI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) STAI PANCAWAHANA BANGIL

Penyelenggaraan program pendidikan Strata Satu (S1) PGPIAUD STAI Pancawahana Bangil dimaksudkan untuk:
1. Menyiapkan mahasiswa agar menjadi anggota masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, jujur, berakhlakul Karimah, berkepribadian utuh, mandiri, cerdas, memiliki kemampuan akademik, profesional dan ketrampilan untuk menerapkannya, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan seni yang islami serta memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan keagamaan yang tinggi.
2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan seni yang Islami serta mengupayakan pengenalan, pengalaman dan pemanfaatanya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan kemaslahatan umat.

LAMBANG, ARTI PANCAWAHANA , BENDERA, MARS DAN BUSANA AKADEMIK

LAMBANG

1.Bentuk dan Unsur Lambang :
a. Wadah gambar adalah bentuk segi lima sama sisi dengn sisi lentur. Segi lima melambangkan dasar falsafah negara Indonesia yaitu Pancasila dan menumbuhkan Rukun Islam.
b. Lingkaran dalam perut segi lima melambangkan keteguhan dan kebulatan tekat para pendiri/pemrakarsa untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan manusia seutuhnya.
c. Empat buah kitab “Kuning” melambangkan Aqidah ala Ahlussunanah wal jama’ah (Aswaja) yang menganut salah satu empat madzhab yang ada dalam Islam :
- Tiga buah kitab kuning yang tertata berdiri tegak melambangkan Tri Darma Perguruan tinggi, serta Kesatuan Iman, Islam dan Ihsan. - Sebuah kitab yang terbuka melambangkan sumber ilmu pengetahuan.
- Sehelai bulu angsa (alat untuk menulis) melambangkan suatu cita-cita yang tinggi untuk mencetak calon-calon cendekiawan yang bertaqwa, yang merupakan harapan masyarakat dan bangsa.
d. Padi dan Kapas melambangkan tersedianya cukup sandang dan pangan serta kesuburan daerah Bangil sebagai kota agraris guna tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran dimana STAI Pancawahana Bangil tumbuh dan berkembang.
- 17 (tujuh belas) butir padi melambangkan sejumlah tujuh belas rakaat dalam melaksanakan sholat lima waktu sehari semalam.
- 9 (sembilan) bunga kapas melambangkan sejumlah sembilan bintang bagian dari lambang jam’iyah Nahdlatul Ulama’
e. Pita pengikat bertuliskan STAI PANA melambangkan keberanian dan semangat juang dari Jam’iyah NU Cabang Bangil yang membekali terbentuknya sebuah Sekolah Tinggi Agama Islam Pancawahana Bangil.

(2) Warna Lambang
a. Warna dasar = Hijau
b. Garis Lentur = Hitam
c. Kitab = Kuning
d. Bulu Angsa = Hitam
e. Padi = Kuning bergaris hitam
f. Kapas = Putih berkelopak
g. Pita = Putih
h. Tulisan = Kuning emas

(3) Arti Warna Lambang :
a. Hijau : Melambangkan kesuburan, kesegaran jiwa dan kedamaian
b. Kuning : Melambangkan keheningan dan semangat bagi umat yang mengagungkan asma Allah
c. Hitam : Melambang ketegasan dalam ilmu pengetahuan
d. Kuning Emas : Melambangkan kemuliaan, keluhuran, kebesaran jiwa dan toleransi.
e. Putih : Melambangkan kesucian

ARTI PANCAWAHANA

(4) Arti Pancawahana :

Panca = lima
Wahana = Sarana untuk mencapai suatu tujuan.
Pancawahana = Sarana untuk mencapai lima tujuan, yaitu :
1. Mencetak Sarjana Muslim yang bertakwa kepada Allah SWT
2. Mencetak Sarjana Muslim ahli didik dan dakwah yang berjiwa Pancasila sekaligus sebagai pelopor pembangunan penuh dedikasi tinggi untuk mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan.
3. Mencetak dan menghasilkan Sarjana Muslim Alhlussunnah wal Jama’ah yang senantiasa menjunjung tinggi nama, martabat dan almamater dalam setiap tindakan.
4. Mendidik dan menghasilkan Sarjana muslim yang terampil, bersedia dan turut aktif dalam setiap perjuangan untuk pembangunan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
5. Mendidik dan menghasilkan sarjana muslim yang senantiasa mengabdi untuk kepentingan agama, Bangsa dan Negara.

BENDERA

(5) Bendera: STAI PANA mempunyai bendera yang berbentuk persegi panjang bergambar logo STAIPANA, warna dasar hijau, tulisan dan garis lambang berwarna kuning dan putih, bertuliskan Sekolah Tinggi Agama Islam Pancawahana Bangil.

MARS PANCAWAHANA

STAI PANA mempunyai Mars yang disebut Mars STAI PANA :
Do = C, ¾ di Marcia , Arr. Sita Bhudaya
Wahai mahasiswa-mahasiswi STAI Pancawahana
Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Tuk menuju insan mulya
Sarjana yang siap bangun jiwa
Harapan nusa, bangsa, agama

Siapkan dirimu
Dunia menantimu
Nuju jalan kebenaran
Kaji ruh islam

Kembang tumbuhkan dibumi tercinta
Cahyamu akan bersinar terang
Di persada Nusantara
Pancawahana almamater tercinta
Jayalah selamanya

BUSANA AKADEMIK

(1) Busana akademik terdiri dari toga jabatan dan toga wisudawan.
(2) Toga jabatan adalah jubah yang dikenakan oleh Ketua, Pembantu Ketua, Ketua Jurusan, Ketua Program, Guru Besar dan Anggota Senat.
(3) Toga jabatan digunakan pada upacara akademik yaitu Upacara Hari Jadi STAI PANA, Wisuda Sarjana, Wisuda Program Diploma dan Upacara penganugerahan gelar doktor kehormatan.
(4) Toga jabatan terbuat dari bahan/kain wol polos yang berwarna hitam, berukuran besar sampai ke bawah lutut, dengan bentuk lengan panjang melebar kearah pergelangan tangan. Pada pergelangan tangan dilapisi bahan bludru berwarna hitam selebar kurang lebih 12 cm. pada bagian atas lengan sebelah luar dan pada bagian punggung toga terdapat lipatan-lipatan (plooi). Leher toga dan sepanjang garis pembuka dilapisi bludru dengan warna : hijau tua untuk toga Ketua dan Pembantu Ketua, kuning emas untuk toga Guru Besar, dan untuk toga jabatan lainnya disesuaikan dengan warna masing-masing jurusan/programnya.
(5) Toga jabatan dilengkapi dengan topi jabatan dan kalung jabatan dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Topi jabatan adalah penutup kepala terbuat dari bahan warna hitam berbentuk segi lima sisi masing-masing 20 cm. di tengahnya terdapat hiasan kuncir lilitan benang berwarna sesuai dengan leher/garis pembuka toga(warna sekolah tinggi, jurusan dan lain-lain)
b. Kalung jabatan Ketua dikenakan di atas toga jabatan, berbentuk rangkaian lambang STAIPANA terbuat dari logam tipis berwarna kuning emas. c. Kalung jabatan Pembantu Ketua, ketua Jurusan dan Ketua Program terbuat dari bahan yang sama dengan Ketua tetapi dalam ukuran lebih kecil dan berwarna perak.
d. Kalung jabatan guru besar terbuat dari pita selebar 10 cm berwarna lambang jurusan.
e. Kedua ujung pita kalung jabatan dipertemukan dengan lambang STAI PANA yang terbuat dari bulatan logam tipis garis tengah 10 cm berwarna kuning emas.
(6) Toga wisudawan adalah jubah yang dikenakan pada upacara wisuda oleh para wisudawan yang telah menyelesaikan studi di lingkungan STAI PANA baik program Sarjana S1, Pasca Sarjana S2 maupun program profesi.
(7) Toga wisudawan terbuat dari kain berwarna hitam, ukuran besar dan panjang sampai bawah lutut, lengan panjang dan merata, adanya lipatan (plooi) pada lengan atas dan punggung toga. Tampak (bagian) belakang toga wisudawan berbeda pada lebar toga antara jenjang studi: Sarjana (S1) persegi empat sedangkan program profesi berbentuk bundar.
(8) Kelengkapan toga bagi wisudawan adalah topi wisudawan yang berbentuk, ukuran dan warnanya sama dengan topi jabatan. Hiasan kuncir wisudawan sesuai dengan warna jurusan/programnya.

SUSUNAN ORGANISASI

Struktur organisasi STAI PANA terdiri atas :
(1) Yayasan Waqfiyah NU Bangil
(2) Ketua STAI PANA
(3) Wakil Ketua Bidang Akademik
(4) Wakil Ketua Bidang Sarana Prasarana dan Keuangan
(5) Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan
(6) Senat STAI PANA
(7) Jurusan-jurusan dan Program Studi
(8) Kelompok Pengajar/Dosen
(9) Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
(10) Kepala Tata Usaha (Ka. TU)
(11) Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan
(12) Bagian Administrasi umum
(13) Bagian Aministrasi Keuangan
(14) Unit Pelaksana Teknis
a. Bagian/Kepala Perpustakaan
b. Bagian/Kepala Laboratorium Bahasa dan Komputer
c. Bagian Kepala Micro Teaching
d. Unit Pelaksana Teknis Lainnya
(11) Dewan Penyantun
(12) BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)/Republik Mahasiswa

Program Studi Al-Akhwal Asy-Syakhshiyyah (AS)

VISI PROGRAM STUDI AL-AHWAL AL-SYAKHSIYAH STAI PANCAWAHANA BANGIL :

Terwujudnya program studi Ahwal Al-Syakhsiyyah yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan hukum Islam dan melahirkan Sarjana hukum Islam yang profesional, berakhlaqul karimah, dan mampu menjadi penggerak pembangunan.

MISI PROGRAM STUDI AL-AHWAL AL-SYAKHSIYAH STAI PANCAWAHANA BANGIL:

a. Mendidik mahasiswa menjadi masyarakat yang bermoral, memiliki kemantapan akidah dan kedalaman spiritual, keluasan ilmu dan kematangan professional yang berkaitan dengan Ilmu Hukum Islam beserta penerapannya.
b. Mengembangkan ilmu pengetahuan melalui pengkajian dan penelitian ilmiah tentang Hukum Islam.
c. Melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang Hukum Islam.
d. Meningkatkan kegiatan kemahasiswaan kaitannya dengan Peradilan Islam.
e. Melaksanakan pembinaan civitas akademika dan saling berhubungan dengan lingkungan.

KONSENTRASI-KONSENTRASI PROGRAM STUDI AL-AHWAL AL-SYAKHSIYAH STAI PANCAWAHANA BANGIL

1. Konsentrasi Peradilan Agama
2. Konsentarasi Administrasi Keperadatan Islam
3. Konsentrasi Keadvokatan
4. Konsentrasi Mediasi
5. Konsentrasi Fatwa
6. Konsentrasi Ilmu Falak

PROFIL LUSUSAN PROGRAM STUDI AL-AHWAL AL-SYAKHSIYAH STAI PANCAWAHANA BANGIL

Lulusan Jurusan AlAhwal AlSyakhshiyyah berpeluang untuk memiliki profesi utama sebagai hakim dan berpeluang memiliki profesi tambahan sesuai dengan konsentrasi yang dipilih, yaitu:
1. Sebagai praktisi hukum di lingkup Peradilan Agama (panitera, juru sita, dan tenaga administrasi);
2. Tenaga Ahli dan Administrasi di KUA;
3. Advokat;
4. Mediator;
5. TenagaAhlipadaLembagaFatwa;atau Tenaga Ahli Hisab-Rukyah).
6. Selain itu, lulusan Jurusan/ Program Studi Al Ahwal Al Syakhshiyyah juga memiliki peluang untuk menjadi staf ahli di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Praktisi Perbankan Syariah.

SUSUNAN PENGURUS YAYASAN PANCAWAHANA BANGIL

I. Pembina

1. KH. Mushonnif Muslich (Rois Syuriah NU Cabang Bangil)
2. KH. Moh. Najib Syaf, M.HI (Ketua PCNU Bangil)
3. Drs. H. Atim Fachruddin

II. Pengurus

Ketua : Dr. K. Sullan Taufiq, Drs. M.Pd.
Wakil Ketua I : Abd. Rohman Latif, S.H., M.H.
Wakil Ketua II : Mahfudz Ali Ridlo, S.Ag.
Sekretaris : Munadi, S.PdI. S.H. M.H
Wakil Sekretaris : Drs. Muchlis
Bendahara : M. Nurul Huda, S.IP

III. Pengawas 1. H. Muchrodji Syihab, S.H.
2. Drs. Fanani Husen
3. KH. Abd. Ghofur